Kita harus berhati-hati dalam mensikapi suatu Hadits Nabi saw. Jika kita teringat akan suatu topik, maka katakanlah dengan penuh kehati-hatian bahwa “saya teringat dengan suatu topik yang sejenis dengan itu dan jangan sekali-kali menyandarkan suatu perkataan kepada Rasulullah SAW sebelum kita benar-benar yakin kebenarannya,
Love for All Hatred for None! (Cinta untuk semua tiada kebencian untuk siapapun) Peace...peace and Love with Each Other! (Damai...damai dan Mencintai satu sama lain)
Alif Laam Roo
Ahlan wa Sahlan
Apa Benar Imam Mahdi dengan Hadhrat Rasulullah saw Dikuburkan dalam Satu Kuburan yang Sama?
Kaf Ha Yaa 'Ain Shod Dalam Makna
Menurut Ummi Hani, Rasulullah saw. pernah bersabda bahwa dalam huruf-huruf gabungan atau kombinasi: kaaf ha ya ’aiin shaad, huruf kaf menampilkan kafin (Maha cukup), ha menampilkan hadi (Petunjuk jalan sejati), ‘ain menampilkan ‘alimun (Maha tahu), dan shad menampilkan shadiq (Yang benar), dan dengan demikian gabungan huruf-huruf singkatan itu akan berbunyi seperti ini,
anta kafin, anta hadin, yaa ‘alim, yaa shadiq, yang berarti, Engkau mencukupi keperluan semua. dan Engkau menunjukkan jalan yang sejati, hai Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Benar !
Keempat macam sifat Tuhan sejati ditampilkan oleh huruf-huruf gabungan ini
KHALIFAH ISLAM - KHALIFAH AHMADIYAH
KHILAFATAN ‘ALA MIN HAJJI NUBUWWAH
Ayat 56: Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu dan berbuat amal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah orang-orang yang sebelum mereka ; dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhai bagi mereka ; dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka. [2057]
Keterangan nomor 2057: Sebab ayat ini berlaku sebagai pendahuluan untuk mengantarkan masalah khilafat, maka ayat dalam ayat-ayat 52-55 berulang-ulang diberi tekanan mengenai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tekanan ini merupakan isyarat mengenai tingkat dan kedudukan seorang khalifah dalam Islam. Ayat ini berisikan janji, bahwa orang-orang Muslim akan dianugerahi pimpinan ruhani maupun duniawi. Janji itu diberikan kepada seluruh umat Islam, tetapi lembaga khilafat akan mendapat bentuk nyata dalam wujud perorangan-perorangan tertentu, yang akan menjadi penerus Hazrat Rasulullah saw serta wakil seluruh umat Islam. Janji mengenai ditegakkannya khlafat adalah jelas dan tidak dapat menimbulkan salah paham. Sebab kini Hazrat Rasulullah saw satu-satunya hadi (petunjuk jalan) umat manusia untuk selama-lamanya, khilafat beliau akan terus berwujud dalam salah satu bentuk di dunia ini sampai Hari Kiamat, karena semua khilafat yang lain telah tiada lagi. Inilah di antara yang lainnya banyak keunggulan, merupa-kan kelebihan Hazrat Rasulullah saw yang menonjol di atas semua nabi dan rasul Tuhan lainnya. Zaman kita ini telah menyaksikan khalifah ruhani beliau yang terbesar dalam wujud Pendiri Jemaat Ahmadiyah. Lihat juga Edisi Besar Tafsir dalam bahasa Inggris, (hal. 1869 – 1870).
Jika kita perhatikan ayat ke 56 dari surat An Nur ini maka akan diketahui siapa subyek atau pelaku dan siapa obyeknya dari isi ayat tersebut. Allah Ta’ala sendiri yang telah berjanji ini terbukti pada kata (wa’adallahu) yang merupakan fi’il madhi dalam tata bahasa Arab yang memiliki arti “Allah telah berjanji”. Lihat pula dibelakang kata (wa’ada) terdapat kata Allah, sehingga bermakna “Allah yang telah berjanji”, sehingga dalam hal ini Allah sebagai subyek atau pelaku.
Kemudian janji itu dibuat untuk siapa? Ayat 56 surat An Nur menjawab bahwa janji ini diberikan kepada “orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang sholeh”. Karena dalam konteks kalimat ayat tersebut hal itulah yang menjadi obyeknya. Jadi untuk urusan khilafat ini merupakan pekerjaan dan proyek dari Allah Ta’ala sendiri. Dan ini berlaku semenjak zaman dahulu kala dan dalam koridor Islam.
Kebenaran Al Mahdi
Di tengah hiruk pikuknya kesibukan dan keramaian dunia beserta tingkah laku manusia yang menjurus kepada sebuah hasrat besar terhadap keduniawian. Berbagai kasus dan cerita serta fakta dalam kehidupan pada era sekarang ini seharusnya tidaklah membuat manusia lalai dan mulai meninggalkan Tuhan dengan segala petunjuknya dan lari menuju kepada kepalsuan dalam bertingkah laku. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena memang zaman sudah berubah dan masa telah berganti.Sudah tiba waktunya manusia menyaksikan kebenaran haqiqi dari Tuhannya. Banyak ragam pemahamanan dari kata kebenaran itu sendiri, namun fakta sejarah menunjukkan bahwa kebenaran yang haqiqi adalah petunjuk dari Tuhan Yang Satu, yakni Allah Ta’ala yang mempunyai sifat Robb. Kebenaran dari para nabi ams itulah yang disebut sebagai kebenaran haqiqi. Para pengikut dari para nabi ams itulah yang termasuk sebagai orang-orang yang berbahagia dan berjaya.
Analisa: Dimanakah Tempat Hak Asasi Manusia di Indonesia?
Berita dan Analisis Hak Asasi Manusia
Sebuah kantor Layanan PBB untuk Koordinasi Urusan Hak Asasi Manusia
Analisa: Dimanakah Tempat Hak Asasi Manusia di Indonesia?
Menjunjung Tinggi Kehormatan dan Cinta Sejati untuk Nabi Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; Menanggapi Fenomena Aksi dan Reaksi atas Film ‘The Innocence of Muslims’
Uswatun Hasanah Ada Pada Diri Rasulullah saw
Puisi Maret yang Telat
Khalifah Islam memperingatkan Israel tentang serangan ke Iran, memicu Perang Dunia III
Posted on March 11th, 2012
Masjid Baru Ahmadiyah di London
Dalam Press Release yang dimuat di alislam.org peresmian Masjid Tahir dipimpin oleh Khalifah Ahmadiyah, Mirza Masroor Ahmad pada tanggal 11 Februari 2012.
Pembukaan Masjid ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tamu, termasuk Heidi Alexander, anggota parlemen untuk Lewisham Timur dan Sir Steve Bullock, Walikota Lewisham.
Setelah tiba lokasi, Mirza Masroor Ahmad meresmikan Masjid dengan memasang plakat peringatan dan kemudian memimpin doa tanda syukur kepada Allah SWT. Setelah itu pohon ditanam oleh beliau untuk lebih menandai peristiwa.
Pemimpin Spiritual di Akhir Zaman, Al Mahdi
Umat Islam membutuhkan seorang pemimpin spiritual yang dapat menyatukan mereka semua dibawah satu bendera perdamaian dan menanamkan dalam diri mereka interpretasi Islam yang benar.
Harris Zafar
National Spokesperson, Ahmadiyya Muslim Community USADemystifying the Second Coming
Berbagai suara dan pendapat muncul dari dunia Islam sejak kewafatan Osama bin Laden. Beberapa Muslim mengungkapkan kelegaannya bahwa pemerintahan terornya telah berakhir, sedangkan yang lain menyatakan kecaman terhadap cara kematiannya. Beberapa muslim merasa ini akan membantu dunia Islam, sedangkan yang lain berpendapat hal itu akan menyebabkan lebih banyak masalah. Orang-orang seperti Irsyad Manji sejauh ini mengatakan bahwa kita harus mereformasi Islam itu sendiri. Dengan beberapa perpecahan di tubuh umat Islam, jelas bahwa umat Islam membutuhkan seorang pemimpin spiritual yang dapat menyatukan mereka semua dibawah satu bendera perdamaian dan menanamkan dalam diri mereka interpretasi Islam yang benar.
Kiat Mendapatkan dan Mempertahankan Penyewa Properti
Jubilee Khilafat
Love For All...
-
Krisis Teluk & Tatanan Dunia Baru - *Yahudi - Korban Tirani dan Penganiayaan di Eropa* *“ . . . Kenyataannya umat Yahudi memang benar jika mereka mengatakan bahwa dunia Kristen Barat telah m...15 tahun yang lalu
-
-
Apakah Imam Mahdi Benar-Benar Berada Dalam Satu Kuburan Dengan Rasulullah? - Dalam acara soal jawab, Hazrat Khalifatul Masih Ar Rabi ra menjawab satu pertanyaan yang tidak dimunculkan dan langsung dimulai dengan jawaban Huzur (dalam...12 tahun yang lalu





